tOtomatisasi manufaktur digadang-gadang sudah dimulai sejak reformasi industri digalakkan di Eropa pada abad ke-18 ketika James Watt menemukan mesin uap. Para tenaga kerja atau buruh tentu khawatir dengan posisinya digantikan oleh mesin-mesin otomatis. Kekhawatiran berujung pada ketakutan ketika perkembangan teknologi kini semakin canggih dan modern.

Pada dasarnya otomatisasi industri adalah transformasi bahan mentah menjadi produk menggunakan ilmu pengetahuan dalam industri manufaktur.  Fakta di lapangan bahwa otomatisasi manufaktur dominan menggunakan sistem komputer.  Alasan otomatisasi manufaktur digalakkan adalah kualitas produk harus berkualitas dari berbagai aspek baik dari segi desain, mesin dan waktu produksi cenderung singkat serta permintaan konsumen terhadap produk meningkat.

Otomatisasi manufaktur didasarkan pada 2 kontroler, PLC (Programmable Logic Controller) dan PC (Personal Computer). Adapun contoh-contoh otomasi manufaktur adalah machining process, metal casting process, forming, joining and coating process, advanced maching process, and industrial robot.

Keuntungan adaya otomatisasi manufaktur

  • Tingkat akurasi tinggi, tuntutan akan akurasi semakin tinggi

  • Tingkat repeatability tinggi, harus ada kesamaan produk yang dihasilkan dalam jumah yang banyak

  • Tingkat kompleksitas tinggi, mengurangi beban manusia dalam memproduksi suatu barang

  • Mengurangi harga produksi dalam sebuah industri

Kekurangan  adanya otomatisasi manufaktur

  • Kekuasaan Kapital

  • Mengurangi buruh

Peran dari buruh-buruh di industri manufaktur meliputi design, programming, machine operator, assembly, and quality control. Adapun sistem kerja pada manufaktur terbagi menjadi 3, yaitu:

  • Manual Work System – a worker performing one or more tasks without the aid of powered tools, but sometimes using hand tools (Pekerjaan yang secara langsung dikerjakan oleh manusia)

  • Worker Machine System – a worker operating powered equipment  Manusia yang bekerja dengan bantuan alat-alat)

  • Automated System – process performed by machine without direct participation of human (Sistem otomasi tanpa campur tangan langsung dengan manusia)

Dampak pada tenaga kerja atau buruh adalah penyesuaian antara mesin dan buruh mengenai display, control, dan interface design dan penyesuaian antara buruh dan mesin mengenai selection dan training.

Posisi buruh akan benar-benar terenggut apabila latar pendidikan dan skill para tenaga kerja kurang memadai. Pada akhirnya munculah tantangan pada otomatisasi manufaktur terkait dengan buruh atau tenaga kerja, yaitu:

  • Level-level skill manakah yang akan sangat berdampak kepada pengangguran pada sector-sektor kunci?

  • Apakah ada program pelatihan ulang untuk pekerja-pekerja yang diberhentikan?

  • Berdasarkan perkembangan-perkembangan teknologi yang pesat, skill-skill utama manakah (dan skill-skill baru) yang akan paling berpengaruh pada sector-sektor dominan sebelumnya?

  • Apakah edukasi dan penyedia-penyedia pelatihan menawarkan pelatihan jangka panjang berdasar pada perubahan kebutuhan-kebutuhan skill oleh perusahaan?

  • Apakah pemerintah dan menteri pendidikan menempatkan mekanisme-mekanisme bertujuan untuk meningkatkan level dan kualitas pendidikan?