Virtual Reality(VR) secara lunguistik dari dua kata yaitu Virtual dan Reality, Virtual sendiri berarti sesuatu yang tidak real, sedangkan Reality artinya sesuatu yang dirasakan oleh manusia. Sehingga pada dasarnya VR dapat diartikan sebagai ‘hampir-nyata’ atau simulasi dari suatu realita.

Secara Teknis VR merupakan sebuah lingkungan 3 dimensi yang dihasilkan oleh program komputer dan bisa dirasakan oleh pengguna seakan-akan pengguna berada di dalam lingkungan 3 dimensi tersebut.

Untuk merasakan VR, diperlukan alat bantu untuk merangsang indera-indera manusia sehingga terasa lebih nyata. Alat yang dapat membantu ialah, headset, omni-directional treadmill ataupun sarung tangan khusus.

VR dapat digunakan dalam beberapa bidang, seperti Arsitektur, Medis, Hiburan, Olahraga dan Seni. VR dapat melakukan hal-hal yang dianggap terlalu berbahaya jika dilakukan secara nyata, contohnya pelatihan operasi dokter, pelatihan pesawat terbang, dan sebagainya.

Hingga saat ini teknologi VR atau Virtual Reality semakin dikembangkan bahkan telah merembak dalam berbagi sektor seperti kedokteran, pendidikan, militer dan lainnya. Bahkan pada tanggal 1 Mei 2018 China membuka taman hiburan yang mengaplikan visual reality terbesar di dunia. Taman hiburan tersebut bernama Oriental Science Fiction Valley telah mengaplikasikan virtual reality pada 35 wahana bermainnya. Selain pengaplikasiannya pada ataman bermain dikutip dari (TEMPO.CO 2018) virtual reality sendiri digunakan dalam bidang pendidikan, alat bantu untuk penderita low version dan alat simulator. Dalam bidang pendidikan vrtual reality mampu meningkatkan antusiasme dalam proses pembelajaran juga menjadikan proses pembelajaran tampak lebih nyata, terlebih lagi ketika belajar tentang sejarah. Bagi penderita low vision adanya teknologi ini membantu mereka dalam proses penglihatan, salah satu penderita mengaku dengan adanya teknologi ini ia terbantu dan hal ini dapat menjadi solusi bagi mereka yang mengalami kondisi yang sama seperti dirinya, sedangkan sebagai alat simulator virtual reality akan memperkecil kemungkinan kecelakan yang akan terjadi jika dibandingkan dengan simulasi secara langsung.

Virtual reality sekilas tampak menyenangkan dan memberikan dampak yang positif dalam kehidupan, namun sebagai generasi muda tidaklah sepatutnya untuk menerimanya dengan tangan terbuka, perlu juga dipertimbangkan dampak negatifnya terlebih ketika teknologi tersebut digunakan dalam jangka panjang, bahkan tidak mustahil bahwa kedepannya virtual reality dapat menjadi sebuah candu.

Kesimpulannya Virtual Reality merupakan suatu simulasi dari realita yang bersifat tidak nyata. Virtual Reality memiliki banyak manfaat dalam berbagai sektor, diantaranya:

  1. Kesehatan

  2. Pendidikan

  3. Militer

  4. Seni

  5. Hiburan

Dan lain sebagainya.

Virtual reality juga sangat membantu bagi para penderita low vision. Namun, walaupun virtual reality memiliki banyak manfaat, kita harus bijaksana dalam menggunakannya. Dibalik manfaat virtual reality, terdapat dampak negatif. Penggunaan virtual reality terlalu lama dapat menimbulkan penyakit serta kecanduan. Jadi, gunakanlah virtual reality dengan bijak.

Credit:

  1. https://www.liputan6.com/lifestyle/read/3495975/china-buka-taman-hiburan-berteknologi-virtual-reality-terbesar-di-dunia

  2. https://www.codepolitan.com/virtual-reality-dan-perkembangannya

  3. https://www.google.co.id/amp/s/ngapakinaja.wordpress.com/2017/10/13/dampak-dampak-akibat-penggunaan-virtual-reality-atau-vr/amp/

#LPKTA2018
#LPTECH

Oleh:
Alwin ihza farandi, Agus Wijayanti Nugraha Ningsih, dan Diyastri Khotimatul Huda

Departemen Media Publikasi Ilmiah
Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif, FT UGM