Machine Learning, secara umum adalah mesin yang bisa belajar dari data-data yang diinputkan kedalam mesin tersebut. Machine Learning adalah bagaian dari Artificial Intelligence. Fokus dari Machine Learning adalah bagaimana mesin bisa mengambil keputusan berdasar “pengalaman” mengenai data yang diinputkan keadalam mesin tersebut. Dengan begitu, mesin ini tidak perlu algoritma yang sangat rumit untuk semua jenis kasus.

Machine Learning pada awalnya diciptakan pada tahun 1952, oleh Arthur Samuel yang menciptakan program pada computer IBM, yaitu Game of Checker. Permainan ini menyimpan data dari gerakan gerakan pemain dan mempelajarinya, sehingga game ini bisa meningkatkan win rate dari game itu sendiri.

Machine Learning dapat diterapkan di berbagai bidang, diantaranya bidang kedokteran, bidang computer vision, dan bidang information retrival. Penerapan di bidang kedoteran contohnya adalah utnuk mendeteksi penyakit seseorang dari gejala yang ada. Contoh lainnya adalah mendeteksi penyakit jantung dari rekaman elektrokardiogram. Pada bidang computer vision contohnya adalah penerapan pengenalan wajah dan pelabelan wajah seperti pada facebook. Contoh lainnya adalah penterjemahan tulisan tangan menjadi teks. Pada biang information retrival contohnya adalah penterjemahan bahasa dengan menggunakan komputer, mengubah suara menjadi teks, dan filter email spam.

Sejatinya Machine Learning bertujuan untuk kemajuan teknologi sebagai keuntungan bagi manusia. Akan tetapi dengan semakin canggih nya berbagai macam Artificial Intellegence yang bisa menopang segala kebutuhan hidup manusia dapat menjadi ancaman tersendiri. Banyak pengusaha memanfaatkan Machine Learning untuk memanjakan konsumen nya, perusahaan – perusahaan social media menggunakan Machine Learning untuk kebutuhan sosial penggunanya dan masih banyak lagi. Penggunaan AI di berbagai bidang memacu berkembangnya teknologi. Sebentar lagi kita bisa menikmati mobil otomatis dengan aman, sosial media yang mampu mendeteksi wajah dan suara anda, dan aplikasi yang mampu mengartikan banyak bahasa. Hal-hal tersebut tentunya sesuatu yang bagus, tetapi yang masih menjadi pertanyaan adalah “ Akankah AI menggantikan kerja manusia?”. Itu mungkin saja terjadi tetapi untuk mencapai tingkatan tersebut AI membutuhkan Machine Learning yang luar biasa sehingga dapat mempelajari logika nalar manusia. Selama AI tidak mendekati logika manusia maka manusia akan tetap bertahan dengan pekerjaan nya.

Kemampuan AI yang diasah menggunakan machine learning juga bisa berbahaya , bukan hanya dalam bidang pekerjaan manusia, tetapi jika di salah gunakan untuk mencelakakan manusia. Bayangkan situasi dimana sebuah AI di desain untuk mengenali wajah manusia untuk di celakakan, hal ini sangatlah mungkin terjadi apabila tidak ada tindak pencegahan. Belum lagi ketika AI dihadapkan dengan dilema yang manusia sendiri masih kesulitan menemukan jawaban yang paling benar. Akankah AI tersebut tetap mempertahankan prinsip yang sudah diajarkan atau melakukan hal yang tidak terduga. Ketidakpastian ini tentu membuat pengguna merasa cemas dan bisa menjadi bahaya. Apakah Machine Learning akan menggantikan manusia?

 Sumber :

#LPKTA2018
#LPTECH

Departemen Media Publikasi Ilmiah
Lembaga Penelitian dan Kajian Teknik Aplikatif, FT UGM