Potensi Energi Geotermal di Indonesia: Anugrah Untuk Indonesia?

Geothermal atau dikenal dengan energi panas bumi merupakan energi yang berasal dari panas bumi dan termasuk salah satu energi terbarukan. Energi ini dapat dimanfaatkan secara langsung dan tak langsung.  Contoh  bentuk pemanfaatan secara langsung berupa pemandian air panas dan irigasi pertanian, sedang tidak langsung berupa pembangkit listrik.  Untuk dapat menggunakan geothermal sebagai pembangkit listrik terdapat beberapa syarat yang perlu dipenuhi yaitu :

  • Reservoir bersuhu tinggi, walaupun juga terdapat beberapa reservoir yang bersuhu sedang
  • Permeabilitas batuan yang tingi, yang mana batuan ini memiliki pori – pori yang cukup lebar, sehingga mudah dalam proses pengeboran,
  • Fluida yang bersifat netral. Untuk mengalirkan hasil ekstraksi digunakan pipa, ketika fluida yang dihasilkan bersifat asam maka fluida tersebut akan mengakibatkan terjadinya korosi pada pipa. Oleh karena itu fluida yang diunakan haruslah bersifat netral.

Di dunia terdapat dua sistem geothermal yang digunakan yaitu magnetic arc dan amagmatic arc. Magmatic arc adalah sebuah sistem yang mana uap airnya berasal dari proses penaikan magma, sedangkan amagmatic arc tidak. Amagmatic arc biasaya terletak diderah lipatan bumi. untuk memanfaatkan energi panas bumi diperlukan sebuah power plants terdapat empat bentuk power plants yang saat ini duganakan :

  • Dry steam power plants.

Merupakan bentuk power plant yang paling bagus, power plant ini digunakan pada  reservoir dengan dominasi uap. Sayangnya jumlah power pant ini hanya 4 buah dan 2 diantaranya berada di Indonesia , hal ini dikarenakan jumlah sumbernya yang sedikit.

  • Flash steam power plant

Merupakan power plant yang menggunakan reservoir dominasi air sebagai sumbernya, power palnts jenis ini terdapat banyak jumlahnya.

  • Binary panas bumi power plant

Power plant dengan sumbernya berupa panas bumi yang memiliki temperature rendah, sayangnya power plant jenis ini tidaklah eknomis kerana harus berkali – kali dilakukan ekstraksi hingga akhirnya dapat menggerakkan turbin.

  • Hybrid power plants

Adalah gabungan dari berbagai power plant sebelumnya

Panas bumi memiliki berbagai keunggulan dibandingakan energi yang lainnya. Panas bumi termasuk salah satu energi terbarukan yang bersifat ramah lingkungan dan dapat digunakan secara berkelanjutan, serta dapat dimanfaatkan ditempat (indigenous). Berkaitan dengan ramah lingkungan emisi CO2 dan H2S nya paling rendah jika dibandingkan dengan minyak bumi, gas alam dan batu bara. Panas bumi dikatakan berkelanjutan karena umurnya yang panjang  sekitar seribu hingga 100 ribu tahun, namun tidak dapat diprediksi kapan energi ini akan habis. Sedangkan, untuk pemanfaatan ditempat dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat, hasil ekstraksi dari power plant dapat digunakan dalam perikan dan pertanian,

Berdasarkan target bauran energi di Indonesia mulai tahun 2015 hingga 2050 pemerintah menargetkan penggunaan energi panas bumi sebesar 60,7 %. Sedangkan pada tahun 2015 penguanan energi terbarukan yang didalamnya termasuk panas bumi sebesar 5 % dan ditahun 2016 naik sebesar 1 %

Berkaitan dengan potensi panas bumi, potensi tersebut merupakan gabungan dari sumber daya dan cadangan panas bumi. Indonesia memiliki potensi  cadangan sebesar 40 % dan ini menduduki psosis kedua setelah amerika, sayangnya dalam hal pemanfaatan Indonesia menduduki possis ketiga setalah amerika dan filiphina dengan besarnya pemanfaatan sebesar 4.9 %  nilai ini sangat kecil jika dibandingkan dengan yang lainnya. Di Indonesia potensi panas bumi terbesar terdapat di wilayah Sumatra disusul jawa, bali, nusa tenggara, kalimatan, Sulawesi, maluku dan papua. Sedangakan potensi yang sudah dikembangkan berada di sarula, klampung, wiyang wudu, dieng dll, untuk pltp sebagian besar berada diwilayah Jawa Barat.

Panas bumi mulai dikembangkan sejak tahun 1983, anmun pengembangan ini dihambat oleh regulasi yang sering berubah. Pada awalnya panas bumi dikelola oleh pertamina namun pada akhirnya pertamina menyerah dikarenakan profit yang tidak sebanding dengan modal yang dikeluarkan, walaupun saat ini regulasi telah dipermudah terdapat beberapa kendala dalam penimplementasian panas bumi yaitu :

  • Kurangnya data geologi, geofisika dan geokimia

Data ini merupakan data pertama yang digunakan dalam pengembangan energi panas bumi. jadi ketika data ini tidak terpenuhi akan sulit untuk untuk melangkah ke tahap berikutnya.

  • Wkp nya berupa hutan lindung dan berbagai macam tempat konservasi

Ini juga mempersulit proses pengembangannya, walaupun saat ini tekah dipermudah dengan adanya uu no 21 tahun 2014, dari uu ini juga diketahui tempt yanboleh dikelola atau eksplosis dan yang tidak.

  • Panas bumi memiliki resiko yang tinggi

Salah satu resiko ini terjadi ketika dilakukan proses eksplorasi, yang mana wilayah kerjanya berada ditengah hutan akibatnya akan sulit untuk bertahan hidup ketika melakukan eksplorasi

  • Biaya investasi yang tinggi dengan harga beli yang rendah

Energi panas bumi hanya dapat dijual kepada PLN dengn melakukan perjanjian harga jual dengan harganya yang tidak mahal, akibatnya pengembalian modal akan memakan waktu yang lama dan inilah yang mengakibatkan energi panas bumi kurang berprofit.

  • Kurangnya koordinasi anatara stakeholder tekait

Stakeholder ini daapat berupa perusahan, pemerintah, meneteri kehutaanan, menteri energi dll.

  • Kurangnya SDM yang berkompeten

Sebagian pekerja dibidang energi panas bumi berasal dari orang – orang berbackgroud perminyakan ini dikarenakan fakta bahwa panas bumi memiliki resiko yang tinggi akibatnya sangat minim jumlah pekerya yang memang murni berasal dari jurusan yang terkait.

  • Permasalahan sosial

Bukti masalah ini terjadi diwilayah Batu Raden, Ala kudu, Lawu, Bedugal juga diacaeh. Bahakan beberapa derah mulai menolak sebelum proses eksplorasi dilakukan. Sedangkan jika dilihat dari sisi positif nya, akibat dibangunnya PLTP masyarakat akan lebih terbedayakan, munculnya daerah wisata yang mengakibatkan pembangunan ekonomi. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan dengan perusahaan yang bekerjasama dengan anak muda untuk menggerakkan dan memberdayakan masyarakat.

Referensi:

  • Kementrian ESDM Republik Indonesia.2015. Renstra KESDM tahun 2015-2019. Jakarta : Kementrian ESDM RI
  • Kementrian ESDM Republik Indonesia 2016. Handbook of Energy Economy Statistics of Indonesia 2016. Jakarta: Kementrian ESDM RI
  • http://aplikasi.ebtke.esdm.go.id/lintasebtke/panas-bumi/id/pemerintahan/view/1/4-memaksimalkan-potensi-panas-bumi-di-indonesia. Diaksies pada hari kamis 9 Februari 2016 Pukul 21:43 WIB

File Presentasi: Potensi Geotermal Indonesia.pdf